Dai Kondang Asal Bringin Ini Tak Malu Kelola Warung Angkringan Untuk Menginspirasi Para Santri


 Ainur Rofiq alias Gus Rofiq saat         melayani pelanggan warung angkringan miliknya.

Laporan : Indra W

SEMARANG--Pandemi Covid19 yang berlangsung lebih dari satu tahun, dirasakan dampaknya oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, lingkungan pondok pesantren-pun ikut terkena imbasnya. 

Hal ini seperti diungkapkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Ittihad, Poncol, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Ainur Rofiq ketika ditemui pojoktani, Senin (19/4) kemarin. Bahkan, di masa pandemi ini, tokoh yang akrab disapa Gus Rofiq oleh para santri tersebut tidak malu untuk menginspirasi masyarakat dengan mengelola warung angkringan di sekitar pondok.

"Masa pandemi seperti ini, hampir semua lapisan masyarakat terkena dampak. Nah, saya berusaha untuk ikut memberikan warna dalam berusaha di bidang ekonomi, salah satunya dengan mengelola warung angkringan," ungkap mubaligh yang terkenal dengan sebutan dai satu umat ini.


Gus Rofiq mengatakan, warung angkringan miliknya yang menyajikan hidangan khas nasi kucing dan minuman rempah ternyata sangat digemari kalangan santri dan warga sekitar. Menurutnya, dengan berjualan minuman rempah, selain mendapatkan manfaat ekonomi, dirinya juga dapat memberikan wawasan mengenai kesehatan herbal yang menjadi warisan turun-temurun nenek moyang.

"Minuman rempah bisa menjadi penghangat tubuh dan melindungi diri dari virus termasuk virus Corona. Ini menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah mewabahnya penyakit yang banyak menyerang ketahanan tubuh," jelasnya.

Dengan mengelola warung angkringan ini, Gus Rofiq mengaku mendapatkan hasil kotor rata-rata Rp.900 ribu per hari. Adapun jam buka warung adalah pukul 17.30, menjelang buka puasa hingga pukul 01.00 dini hari.

"Sekaligus menjadi sarana bagi warga dan para santri untuk berbuka puasa. Setelah tarawih juga bisa jadi tempat kumpul dan diskusi tentang masalah apapun sambil menikmati hangatnya minuman rempah dan masakan lainnya," pungkasnya. (Red-UCP)
Lebih baru Lebih lama