Kian Menggeliat di Kalangan Petani, Camat Bancak Dorong Desa Pucung Jadi Sentra Bibit Talas Beneng



Camat Bancak, Febru Suryanto beserta Lurah Pucung, Syamsudin saat meninjau sentra pembibitan talas beneng milik Frieda di Desa Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Rabu (3/3) kemarin.


Laporan : Indra W.


SEMARANG--Budidaya tanaman talas beneng kian menggeliat di kalangan para petani. Salah satu sentra budidaya talas beneng yang berada di Desa Pucung, Bancak, Kabupaten Semarang, kini kian ramai dikunjungi oleh para petani maupun instansi pemerintah dari wilayah lain yang ingin belajar membudidayakan tanaman yang tak kenal musim ini.


Camat Bancak, Febru Suryanto yang ditemui pojoktani.com saat berkunjung ke Desa Pucung pada Rabu (3/3) siang mengaku pihaknya sangat senang dengan geliat penanaman talas beneng di daerah Pucung. Bahkan Febru mengaku kaget lantaran perkembangan budidaya talas beneng tersebut cukup pesat. 


"Saya pikir ini positif. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan padi dan jagung sebagai komoditas tanam. Kalau sekarang ada talas beneng, saya yakin ini akan membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat petani," jelas Febru.

Febru menambahkan, pihaknya akan mendorong adanya alternatif penggunaan dana desa untuk membantu petani di wilayah Pucung terkait budidaya talas beneng ini.


 "Selama ini dana desa banyak terserap di pembangunan infrastruktur. Di beberapa desa memang sudah kita mulai dengan sektor ternak domba misalnya. Nah, jika di sini memang siap nanti akan kita dorong melalui dana desa karena payung hukumnya lewat badan usaha milik desa (Bumdes) kan bisa," imbuh Febru.


Hal senada diungkapkan oleh Lurah Pucung, Syamsudin. Syamsudin mengaku akan terus mendorong dan mendukung warganya untuk membudidayakan talas beneng. "Banyak lahan kritis di sini. Saya yakin dengan adanya budidaya talas beneng ini nantinya masyarakat akan tergerak sehingga bisa meningkatkan potensi ekonomi di wilayah Pucung ini," terang Syamsudin.


Sementara itu, penggerak budidaya talas beneng di wilayah Pucung, Frieda, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan pembibitan talas beneng berskala besar. Hal ini, kata Frieda (60), lantaran pihak pembeli komoditas talas beneng sudah menjalin komunikasi terkait dengan permintaan daun talas kering. 


"Kami sudah siapkan bibit berskala besar. Selain untuk kebutuhan di wilayah kami sendiri, nantinya kami juga akan menyediakan bagi para petani di wilayah lain. Permintaan daun kering terutama sudah ada, sehingga kami juga akan memberikan peluang pasar bagi para petani yang ingin membudidayakan talas beneng ini," pungkas Frieda. (Red/UCP)


Lebih baru Lebih lama