Mulai Operasi 17 Maret, Berikut Lokasi Pemasangan Kamera Pengawas Pelanggaran Lalu Lintas di Jawa Tengah

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi didampingi Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Syafiruddin saat memantau monitor traffic management di Mapolda Jateng. (Foto : dok. humas Polda Jateng)


Laporan : Dilansir dari tribratanews.polri.co.id

SEMARANG,Pojoktani.com--Ditlantas Polda Jateng akan mulai memberlakukan Elektronic Trafffic Law Enforcement (ETLE) atau Penindakan Tilang terhadap pelanggar lalu-lintas secara Elektoronik pada 27 titik di wilayah Jawa Tengah. Pemberlakuan tersebut akan dimulai pada 17 Maret mendatang.

Terkait hal ini, Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi didampingi Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Syafiruddin menjelaskan, selain menjalankan program Kapolri, pemberlakuan ETLE ini diharapkan dapat menjadi sarana mendidik masyarakat untuk menjaga diri terkait dengan potensi pelanggaran lalu lintas.

Selaini itu, penerapan ETLE ini juga bertujuan untuk meminimalisir potensi KKN bagi para anggota Polri yang bertugas di lapangan berkaitan dengan pelanggaran lalulintas.

"Hal ini untuk mengurangi resiko anggota Polri bersentuhan langsung dengan pelanggar lalu lintas dan meminimalir KKN," terang Irjen Pol. Ahmad Luthfi, Senin (22/02) kemarin.

Kapolda menambahkan, ke-27 titik ini terdiri dari 6 titik di Polres Surakarta, 1 di Polres Kebumen, 2 di Polres Cilacap, 1 Polres Wonogiri, 1 Polres Karanganyar, 2 Polres Klaten, 2 Polres Pati, 1 Polres Kudus,1 Polres Demak, 1 Polres Purbalingga. Sementara untuk Ditlantas Polda Jateng ada 3 titik di kota Semarang.

Rencananya ke depan Polda Jateng akan menambahkan setidaknya 50 titik di kota/kabupaten. Sedangkan pembiayaan pembangunan CCTV Ini dibiayai oleh Bapenas RI. Sementara untuk data lokasi speedcam ETLE ada di 6 titik.

"Ada 50 titik yang akan kita siapkan di sejumlah kabupaten/kota termasuk penambhan SpeedCam," tegas Jenderal Bintang Dua.

Sementara itu ditempat yang sama, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Safiruddin menambahkan bahwa CCTV ini nantinya akan interkoneksi dengan Polda lainnya sehingga akan memudahkan memantau alamat pelanggar.

"Jika tiga kali diberitahu lewat surat pemanggilan pelanggar tidak mengindahkan, maka kendaraan bermotor yang bersangkutan akan otomatis diblokir saat perpanjangan STNK," tutup Kombes Pol. Rudy Safiruddin.

(Red/UCP)
Lebih baru Lebih lama