INOVASI SALATIGA : Sayuri, Belanja Sayur Tanpa Harus ke Pasar, Bantu Petani Tingkatkan Pendapatan

Aplikasi Sayuri (istimewa)

Laporan : Cahyono P.


SALATIGA, Pojoktani.com--Masa pandemi yang belum juga berakhir membuat dunia bisnis di semua sektor terkena imbasnya. Tak terkecuali sektor pertanian. Turunnya daya beli masyarakat membuat petani sayur, salah satunya mengalamu penurunan pendapatan.

Hal ini kemudian menginspirasi sejumlah pemuda asal Salatiga untuk membuat aplikasi startup di bidang penjualan hasil pertanian bernama Sayuri. Adalah Woko Pratama, seorang pemuda yang bersama rekan-rekannya menggagas lahirnya aplikasi sayuri.

"Kebetulan, kami sering bersentuhan langsung dengan para petani di lereng Merbabu. Mereka mengalami penurunan pendapatan karena di masa pandemi ini transaksi sayur dan hasil pertanian menurun. Jikapun ada, hasilnya juga sedikit karena harga sudah ditekan," jelasnya saat ditemui pojoktani, Jumat (19/2) siang.

Aplikasi Sayuri, menurut Woko, nantinya akan membantu para petani menjual langsung produk hasil pertanian tanpa melalui tahapan penjualan yang panjang. "Mereka bisa mendapatkan harga jual yang bagus, karena kami langsung membeli hasil pertanian mereka dan kami tawarkan melalui aplikasi ini," imbuh Woko.

Sementara itu, masih menurut Woko, bagi para konsumen, aplikasi ini akan mempermudah mereka [konsumen/red] saat akan belanja kebutuhan pokok. "Musim pandemi seperti ini, barangkali ada yang takut ke pasar, kami memberikan solusi itu. Mereka tinggal pesan melalui aplikasi sayuri, barang yang dibutuhkan akan sampai ke rumah konsumen, dengan harga dan ongkos kirim yang terjangkau," terang Woko.

Saat ini aplikasi sayuri sudah dapat didownload melalui playstore. Kedepan, Woko bersama rekan-rekannya berharap dapat meningkatkan kemudahan-kemudahan layanan melalui aplikasi yang mereka kembangkan. (Red/GCP)
Lebih baru Lebih lama